Fiksi
Minggu, 05 Agustus 2018
Senin, 02 Juli 2018
Perhalananku
DERITA SANG MUSYAFIR
Peluh keringat dan debu jalanan menyelimuti tubuh,terik mentari menemani sepanjang siangku dan angin malam sebagai selimut tidurku yang hanya mampu terbujur ditepian jalan,lelah dan letih menyertai perjalananku yang tak pernah berujung,lorong jalan kutelusuri tanpa henti,pulang pergi kesana kemari tanpa ada arah tujuan,tiada tempat bernaung dan berteduh, tanpa sanak saudara,tanpa rekan dan kerabat.Hari-hari hanya di rundung kesunyian yang tiada akhir,aku tak mengerti entah sampai kapan semua ini akan berakhir,walau aku menangis sungguh tiada guna,semuanya hanya akan menambah beban dan luka,kepahitan kehidupan ini terpaksa aku telan,walau aku tak mengerti dengan apa yang kujalani saat ini.kadang aku merasa muak dengan semua apa-apa yang di ceritakan dalam sejarah dan pedoman kehidupan,karna nyatanya aku hanya semakin terpuruk dan terpuruk tanpa adayang mau peduli sedikitpun,.
Ditengah terik mentari,aku hentikan langkahku sambil memandang satu pohon yang begitu rindang,aku pun kemudian melangkah menghampiri pohon itu,dan duduk bersandar pada pohon itu sambil memandangi segenap orang yang lalu lalang di jalanan yang hanya asyik dengan kesibukan mereka,mata memandang namun fikiran sibuk dengan sejuta pertanyaan yang tiada kudapati jawabanya,rasa iri dengan kehidupan mereka yang merasa kenyamanan hidup yang layak.sayup sayup terdengar suara adzan,aku pun bangkit dan segera menghampiri suara adzan yang berasal dari sebuah mesjid yang tak jauh dari tempat aku duduk,setelah sampai akupun seraya berwudlu dan bersholat berjamaah,walau cuma hanya diteras sendirian,aku gak berani masuk kedalam mesjid ku takut bau keringat dan lusuhnya pakaian ku mengganggu kekhusuan sholat mereka.Setelah selesai aku coba rebahkan badanku yang merasa keletihan dan kelaparan,sedang asyik berbaring tiba-tiba aku dihampiri seseorang yang berpakaian layaknya seorang kyai,dan seraya menyapa
"assalamualaikum.."
"walaikum salam." jawabku sambil lekas duduk bersila
"maaf mas saya lihat mas bukan penduduk sini ya..?"
'ya..pak,saya orang jauh yang kebetulan melintas daerah sini."jelasku
"hmm..dari mana dan mau kemana kiranya?"
"entahlah pak.saya belum tahu mau kemana saya harus menuju,saya hanya ikuti hati dan fikiran ku..."
kemudian pak kyai itu memberikan pandangan,dam kami saling tanya jawab yang cukup sangat panjang
"manusia hidup harus punya tujuan mas,karena tanpa tujuan kita akan terlunta-lunta.."
"memang harusnya demikian pak,namun bagaimana menempuh tujuan itu...?saya merasa lelah dengan tujuan yang tak kunjung kesampaian malah yang ada hanya jadi sebuah hinaan dan cemoohan orang orang saja....!"
"Hmm gak semua orang seperti itu mas...."
"yahh itu fakta pak,contohnya saya kepingin dapat pekerejaan,agar saya bisa bertahan hidup.namun yang saya dapat hanya sebuah cacian..,memang saya juga sadar pak,gak ada yang bisa saya perbuat,apa lagi kalau mereka sudah mengetahui fisikku yang cacat ini"
"cacat apa..?
"kaki saya patah tulang pak,dan itu yang membuat mereka gak mau menerima saya kerja..apalagi saya ini bukan orang yang jelas,karena berjalan tanpa identitas"
"emang knapa enggak bikin identitas..?
"bagaimana mau bikin pak sedang saya tak jelas dimana saya berdomosili..dan tiada sanak saudara"
"ooo...emang cukup sulit bila tanpa identitas..karena banyak orang yang menyamar-nyamar dan akhirnya berbuat yang tidak baik.."
"yah ....mau gimana lagi pak karena itu faktanya.."
"ya udah sabar ya mas..tawakal pada allah saja....oo ya saya permisi dulu yaa..."
"ya silakan pak..."
pak kyai pun bangkit dan lekas berlalu,akupun kembali berbaring,ingin rasanya aku pejamkan mata namun tak bisa malah aku kepikiran pada ucapan pak kyai tentang sabar dan tawakal,hingga timbul pertanyaan dalam hati"apakah sabar dan tawakal bisa mengenyangkan perut?"hmm ada ada aja,memang manusia kalo bicara enak namun gak pernah merasakan apa yang di rasakan orang lain,dan ujungnya selalu sabar ,tabah ,tawakal,ikhlas.padahal siapa sih yang bisa tabah sabar dan tawakal serta ikhlas bila bertahun-tahun gak makan dan selalu di cemooh orang,memang jika bersandar ke agama iya.namun kenyataanya siapa yang bisa seperti itu.
Setelah sholat ashar akupun melanjutkan perjalananku,walau tanpa arah dan tujuan dan hanya mengikuti kata hati dan fikiranku,aku terus berjalan tuk menyusuri jalanan,hingga hampir larut,aku cobacari mesjid yang ada di aerah itu,dan kebetulan malam ini mau turun hujan,untungnya aku menemukan mesjid itu,hingga saya dapat berteduh dari dertasnya hujan,namun hujan tak kunjung reda,aku bingung,gak mungkin aku terus berjalan di saat hujan sederas ini,terlintas dalam fikiran ku untuk ikut beristirahat di mesjid,namun aku gak tahu harus ijin sama siapa,yang ada hanya dua orang yang sedang asyik mengobrol,dan aku hanya bisa pandangi mereka,sampai akhirnya salah seorang dari mereka pamit,dan keluar dari mesjid,aku pun ikut bangun dan mencoba menghampiri orang yang masih tinggal tersebut yang ternyata dia adalah marbot mesjid.aku pun coba minta ijin untuk istirahat dimesjid,namun marbot itu menolaknya dengan seribu alasan,fikirku ya sudah lah gak apa-apa jika aku harus terus berjalan tapi setidak nya nanti nunggu hujan reda,namun marbot itu pun tak mengijinkan juga katanya
"mas mesjid nya mau di kunci.."
"ya pak... saya mohon tolong saya ,setidaknya sampai hujan ini reda..."
"gak bisa mas..masa saya harus nungguin mas pergi...saya juga butuh istirahat mas..!"
Dengan terpaksa dan bercampur geram aku keluar dari mesjid.dibawah derasnya hujan aku terus selusuri jalanan beraspal sampai aku tak bisa istirahat sama sekali karna tak kutemukan tempat bernaung.
Sepanjang malam aku tak henti berjalan,di temani hujan yang begitu deras,baru menjelang pagi hujan terhenti,pakaianku yang basah kuyup tak bisa aku ganti karena tas ku juga basah pakaian ganti di tasku pun basah.jikq dibawa berat dan pasti akan bau bila gak di jemur, namun mau jemur di mana....akhirnya tas itu aku buang dan aku lanjutkan perjalanan, dengan rasa dingin yang menyelimuti tubuh dan mata yg semakin berat menahan rasa kantuk aku berjalan dengan sesekali mata ini aku pejam kan sekejap namun kaki tetap melangkah,telingaku mendengar sayup sayup suara adzan berkumandang,aku pun lekas mencari arah suara itu,gak begitu jauh kulihat sebuah mesjid dan akupun terus menghampiri mesjid itu dan segera ambil air wudlu,aku pun ikut berjamaah namun aku gak berani masuk kesalam,jadi hanya sholat di luar saja karena bajuku ini masih basah,ketika sudah selesai dan mereka semua pulang,aku mencoba untuk barungkan tubuh ini,mungkin karena mata sudah mengantuk berat dan juga merasa lelah habis berjalan semalaman,walau dengan baju yg basah akhirnya terlelap.
Cerita
Terpaksa Melakukan Seperti Aretha Franklin
Dalam film, oportunis industri musik yang teduh sering dilemparkan sebagai pria kulit putih yang terlalu cokelat dengan rantai emas berat, yang mengenakan rambut dicat mereka menggoda tinggi. Pada tahun 1969, oportunis yang tedeng dengan penyanyi enam-pompadour yang sebenarnya, Mary Jane Jones, memainkan apa yang ia yakini sebagai serangkaian acara yang dibuka untuk Aretha Franklin. Sebaliknya, pria ini memaksanya tampil sebagai Aretha Franklin.
Untuk Smithsonian, Jeff Maysh menceritakan kisah dramatis ibu empat anak yang sangat berbakat ini dan bagaimana dia cocok dengan ekonomi yang pernah berkembang dari peniru selebritis dan penyanyi soul yang sah. Maksud saya bukan peniru yang disewa untuk tampil seperti selebriti di pesta atau acara perusahaan. Maksudku orang-orang yang disewa untuk membodohi banyak penonton dengan bertindak seperti hal yang nyata. Meskipun karier Jones sedikit teralihkan, bakatnya menawarkan penebusannya. Penipuan asli tampaknya terlalu masuk akal untuk berhasil. Tapi itu untuk sementara waktu. Bagaimana?
Menurut laporan surat kabar, Hardy “Aretha Franklin Revue” memainkan tiga kota kecil di Florida. Setelah setiap pertunjukan, "Aretha" berlari ke ruang gantinya dan bersembunyi. Pada kekuatan pertunjukan yang lebih kecil ini, Hardy mengamati kota-kota yang lebih besar dan berbicara tentang mencetak tur sepuluh malam yang menggiurkan. Sementara itu, dia memberi makan Jones dua hamburger sehari dan membuatnya terkunci di dalam kamar hotel yang suram, jauh dari anak-anaknya, yang dirawat oleh ibunya. Bahkan jika dia mampu mencuri untuk menelepon polisi, dia mungkin merasa ragu: Di dekat Miami beberapa bulan sebelumnya, rapat "hitam saja" telah berubah menjadi kerusuhan di mana polisi menembak dan menewaskan tiga warga, dan meninggalkan seorang bocah 12 tahun dengan lubang peluru di dadanya.
Di Fort Myers, promotor memesan 1.400 kursi High Hat Club, di mana tiket $ 5,50 dengan cepat terjual habis. Penipu Hardy telah menipu beberapa orang di kota kecil, tetapi sekarang dia harus meyakinkan penonton yang lebih besar. Dia mengenakan pakaian Jones dengan gaun panjang kuning, wig, dan riasan panggung yang berat. Di cermin, dia tampak samar-samar seperti gambar Franklin dari halaman-halaman Jet. “Saya ingin mengatakan kepada semua orang sebelumnya bahwa saya bukan Miss Franklin,” Jones bersikeras kemudian, “tetapi [Hardy] mengatakan promotor acara akan melakukan sesuatu yang mengerikan bagi saya jika mereka mengetahui siapa saya sebenarnya.”
Ketika Jones mengintip dari belakang panggung, dia melihat penonton sepuluh kali lebih besar daripada yang dilihatnya di gereja atau klub malam. "Aku takut," kenang Jones. “Saya tidak punya uang,
Smule
Saya menemukan rekaman keren dari "Disana Mawar Disini Penawar" di #Smule: https://www.smule.com/p/519670049_2321451170
Minggu, 01 Juli 2018
Sumber kehidupan
Perjalanan panjang kehidupan dilalui oleh banyak manusia,beruntunglah mereka bila hidupnya mendapat sesuatu yang bisa bikin hidup sempuena dan merasakan kebahagiaan juga kenikmatan hidup dindunia ini.
Manusia hidup di dunia dengan berbagai ragam agama,budaya dan beragam cara menata hidup membuat sesuatu benar benar hidup.
Tidak ubah nya aku,yang telah berkelana kesana kemari bahkan tanah di pulau ku ini sudah tak asing bagiku,barat timur selatan utara semua tanah nya akan mengenali aroma kaki ini,bahkan sampai ke pulau sebrang terlebih lagi kaki ini sudah pernah berpijak di beberapa negara,itu semata hanya untuk meraih sukses..
Mungkin banyak orang yang anggap aku gila ,aku sinting,aku edan,namun ada juga yg menganggap aku orang yang sudah sukses dan hari harinya hanya di isi oleh perjalanan perjalanan yg mungkin bagi kalayak ramai sangat tidak penting dan mustahil,itu yang membuat aku dianggap orang yang sukses...betapa tidak...
Seakan aku gak pernah pusing pikirin keuangan yang di butuhkan dalam stiap langkah,setiap perjalanan memerluka biaya yang cukup besar.apalagi kita menginap di penginapan yang sudah banyak tahu orang berapa biaya permalaml belum biaya yang lain lain,...hmmm.
Mungkin jika di ukur dengan melihat sepintasan ya..namun jika di pandang dari sudut lain...aku masih mencari sukses yang ada dalam fikiranku yg memang menjadi anggapan sukses terbesar dalam kehidupan,dan demi itu semua akan di korbankan demi menggapai apa yg aku inginkan .....
Happys family
Tiada harta taiada rupa
Hanya memiliki kecukapan nasi tidur di ubin hanya berdua
Sungguh kebahagiaan tak terhingga
Sabtu, 30 Juni 2018
Jumat, 29 Juni 2018
Modifikasi android
Mungkin banyak sekali orang yg suka memodifikasi android,kami pun coba dengan alat alat yang ada
ndroid Studio
SDK Tools release notes
Android SDK Tools is a component for the Android SDK. It includes the complete set of development and debugging tools for Android. It is included with Android Studio.
Revisions
The sections below provide notes about successive releases of the SDK Tools, as denoted by revision number. To ensure you have the latest version, check SDK Manager for updates.
SDK Tools, Revision 26.1.1 (September 2017)
Changes:A command-line version of the Apk Analyzer has been added intools/bin/apkanalyzer. It offers the same features as the Apk Analyzer in Android Studio and can be integrated into build/CI servers and scripts for tracking size regressions, generating reports, and so on.ProGuard rules files under tools/proguard are no longer used by the Android Plugin for Gradle. Added a comment to explain that.
SDK Tools, Revision 26.0.2 (April 2017)
SDK Tools, Revision 26.0.1 (March 2017)
SDK Tools, Revision 26.0.0 (March 2017)
SDK Tools, Revision 25.3.0 (March 2017)
SDK Tools, Revision 25.2.5 (January 2017)
SDK Tools, Revision 25.2.4 (December 2016)
SDK Tools, Revision 25.2.3 (November 2016)
SDK Tools, Revision 25.2.2 (September 2016)
SDK Tools, Revision 25.1.6 (May 2016)
SDK Tools, Revision 25.0.0 (April 2016)
SDK Platform-tools, Revision 23.1.0 (December 2015)
SDK Tools, Revision 24.4.1 (October 2015)
SDK Tools, Revision 24.4.0 (October 2015)
SDK Tools, Revision 24.3.4 (August 2015)
SDK Tools, Revision 24.3.3 (June 2015)
SDK Tools, Revision 24.3.2 (June 2015)
SDK Tools, Revision 24.3.1 (June 2015)
SDK Tools, Revision 24.3.0 (June 2015)
SDK Tools, Revision 24.2.0 (May 2015)
SDK Tools, Revision 24.1.2 (February 2015)
SDK Tools, Revision 24.0.2 (December 2014)
SDK Tools, Revision 24.0.1 (December 2014)
SDK Tools, Revision 24.0.0 (December 2014)
SDK Tools, Revision 23.0.5 (October 2014)
SDK Tools, Revision 23.0.4 (October 2014)
SDK Tools, Revision 23.0.2 (July 2014)
SDK Tools, Revision 23.0.0 (June 2014)
SDK Tools, Revision 22.6.4 (June 2014)
SDK Tools, Revision 22.6.3 (April 2014)
SDK Tools, Revision 22.6.2 (March 2014)
SDK Tools, Revision 22.6.1 (March 2014)
SDK Tools, Revision 22.6 (March 2014)
SDK Tools, Revision 22.3 (October 2013)
SDK Tools, Revision 22.2.1 (September 2013)
SDK Tools, Revision 22.2 (September 2013)
SDK Tools, Revision 22.0.5 (July 2013)
SDK Tools, Revision 22.0.4 (July 2013)
SDK Tools, Revision 22.0.1 (May 2013)
SDK Tools, Revision 22 (May 2013)
SDK Tools, Revision 21.1 (February 2013)
SDK Tools, Revision 21.0.1 (December 2012)
SDK Tools, Revision 21 (November 2012)
SDK Tools, Revision 20.0.3 (August 2012)
SDK Tools, Revision 20.0.1 (July 2012)
SDK Tools, Revision 20 (June 2012)
SDK Tools, Revision 19 (April 2012)
SDK Tools, Revision 18 (April 2012)
SDK Tools, Revision 17 (March 2012)
SDK Tools, Revision 16 (December 2011)
SDK Tools, Revision 15 (October 2011)
SDK Tools, Revision 14 (October 2011)
SDK Tools, Revision 13 (September 2011)
SDK Tools, Revision 12 (July 2011)
SDK Tools, Revision 11 (May 2011)
SDK Tools, Revision 10 (February 2011)
SDK Tools, Revision 9 (January 2011)
SDK Tools, Revision 8 (December 2010)
SDK Tools, Revision 7 (September 2010)
SDK Tools, Revision 6 (May 2010)
SDK Tools, Revision 5 (March 2010)
SDK Tools, Revision 4 (December 2009)
SDK Tools, Revision 3 (October 2009)
Sebelumnya
Android Studio
Berikutnya
Android emulator
http://trisnasakti.wordpress.com/